Munas V GGBI

GEMBALA SIDANG WANITA HENDAK DITERTIBKAN?


Musyawarah Nasional (Munas) Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) ke -5 masih berlangsung di Wisma Baptis Bukit Soka Salatiga.

Ajang bertemunya para utusan gereja Baptis se-Indonesia yang tergabung dalam GGBI tersebut membahas isu-isu yang cukup menarik.

Munas kali ini, terbagi dalam empat komisi. Komisi I membahas organisasi, komisi II membahas laporan pertanggung jawaban dari Badan Permusyawaratan Nasional (Bamusnas) GGBI dan Badan Pengurus Nasional (BPN) GGBI, Komisi III membahas laporan pertanggung jawaban Yayasan Baptis Indonesia (YBI) dan Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia (YRSBI), dan komisi IV (ad hoc) membahas Bakal Calon Pemimpin Organ (BPCO).


Komisi I yang diketuai Pdt. Helly Heriyanto, membahas rancangan materi Musyawarah Besar (Mubes) XI GGBI 2020. Musyawarah di komisi ini cukup hangat. Beberapa pertanyaan dan usulan disampaikan beberapa anggota Komisi I.

Pdt. Paul Kristiyono membahas Visi GGBI 2040 yang diusulkan panitia pengarah. Menurut Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Cilegon ini, visi menjadi keluarga besar umat Baptis Indonesia yang misioner, sehat dan relevan dirasa tidak “mendarat”. Terlalu tinggi dan sulit dipahami gereja dan lembaga.


Lain dengan Pdt. Rudy Batlayar. Asisten Gembala Sidang GBI Babarsari Yogyakarta ini mempertanyakan struktur organisasi keluarga besar GGBI. Menurutnya, struktur itu seakan-akan membuat Yayasan Baptis Indonesia (YBI) di bawah koordinasi BPN GGBI.


Tercatat ada 57 utusan gereja dan 6 narasumber mengikuti musyawarah Komisi I.

Pembahasan menarik pun terjadi di komisi II. Sampai berita ini ditulis, ada 1 usulan dan 1 rekomendasi yang muncul dalam musyawarah yang diketuai Pdt. Yusuf Triwidodo ini. Pdt. Jhosua mengusulkan perubahan nama Departemen Kependetaan menjadi Departemen Kependetaan dan Pejabat Gereja.

Selain itu, Komisi II merekomendasikan Departemen Kependetaan diberi wewenang untuk menertibkan praktik penggembalaan di yang dilakukan hamba Tuhan wanita.


Sekadar info, meski GGBI tidak mengakui pendeta wanita, beberapa gereja Baptis sampai saat ini digembalakan hamba Tuhan wanita.

Tercatat ada 33 utusan gereja dan 7 narasumber mengikuti musyawarah Komisi II.


Tidak kalah dengan dua komisi lain, pembahasan di Komisi III yang diketuai Pdt.Thomas. S pun terlihat panas. Permintaan supaya Rumah Sakit (RS) Baptis memberikan kontribusi kepada GGBI, disanggah Ketua Pengurus YRSBI Pdt. Victor Rembeth. Menurut anggota GBI Grogol Jakarta ini, yang bertanggung jawab atas pembiayaan GGBI adalah gereja. YRSBI hanyalah organisasi pendukung yang tidak punya keharusan membiayai GGBI.

Dkn. Yudi Sasmita, pensiunan karyawan RS Baptis Kediri mendukung Pdt Victor. Diungkapkannya keluhan karyawan RS Baptis Kediri bertahun-tahun lalu yang merasa menjadi sapi perah untuk memberikan keuntungan kepada lembaga-lembaga lain.

Tercatat ada 36 utusan gereja dan 30 narasumber mengikuti musyawarah Komisi II.

Sementara pembahasan di Komisi IV dilakukan secara tertutup.


Penulis: Masdharma
Kontributor dan Editor : Prisetyadi T.W

About the author

suarabaptis

Leave a Comment