Renungan

Renungan Haarian, Selasa 12 Februari, Lukas 6: 43-45 “TETAP SAWO MATANG”

Written by suarabaptis

Seorang anak yang berkulit sawo matang baru saja pulang dari tempat dia bermain. Ia langsung pergi ke dapur. Tidak lama kemudian, ibunya mendengar suara gaduh dari dapur dan ia segera kesana hendak melihat apa yang terjadi. Di sana ia mendapati anaknya bergelimpangan dengan tepung terigu pada sekujur tubuh dan mukanya.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya ibunya. Ia hampir-hampir tidak lagi mengenali anaknya, karena tertutup oleh tepung terigu.

“saya ingin jadi putih seperti orang Amerika yang ada di sebelah rumah kita,” kata anak itu. “saya ingin menjadi anak yang berkulit putih seperti anak-anak mereka”.

Ibunya tidak dapat menahan tawa melihat muka anaknya yang sangat lucu. Tetapi pada saat yang sama ia sadar akan masalah yang dihadapi anaknya.

“walaupun kamu menggunakan semua tepung terigu yang kita punya, nak,” kata ibu itu menjelaskan. Kulitmu tetap sawo matang. Karena kamu orang indonesia.”

Ibu yang bijaksana itu lalu memberitahu anaknya, bahwa jauh lebih baik mempunyai kulit berwarna dan memiliki hati yang benar di hadapan Allah, dari pada berkulit putih tetapi memiliki hati yang tidak baik di hadapan Tuhan.

Ya, manusia mencoba segala cara untuk mengubah tingkah laku mereka yang buruk. Tetapi hasilnya tidak pernah memuaskan. Yang mereka lakukan adalah perubahan dari luar. Akan tetapi bila Tuhan yang mengubah hidup kita, Ia mengubah hati kita. Kalau hati kita berubah, maka segala sikap kita yang kelihatan pun berubah.

“janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

About the author

suarabaptis

Leave a Comment