Klinik Kesehatan & Keluarga

SEPUTAR YRSBI: MIGREN, PENYAKIT KETURUNAN

Written by suarabaptis
http://surabaya.tribunnews.com

Sakit kepala adala penyakit umum yang dialami oleh semua orang. Rasa sakit bisa dari tingkatan yang ringan sampai berat. Pada dasarnya, sakit kepala terdiri dari 150 jenis. Salah satunya adalah migrain.

Menurut National Headache Foundation, dikutip dari www://id.theasianparent.com, lebih dari 37 juta orang di Amerika Serikat menderita migrain. Usia penderita berkisar antara 15 sampai 55 tahun, dan tiga perempatnya berasal dari keluarga dengan riwayat migrain.

Sedangkan menurut Migraine Research Foundation, kaum wanita tiga kali berpeluang menderita migrain dibandingkan kaum pria.

Sebanyak 92 persen kaum wanita penderita migrain juga mengalami gangguan kerja otak dan 25 persen dari mereka mengalami serangan ini setidaknya 4 kali dalam satu bulan.

Apakah penyakit migren itu?

Menurut dr. Dolly, Irbantoro, dokter umum sekaligus Direktur Rumah Sakit (RS) Baptis Batu, Migrain adalah nyeri kepala hebat, berdenyut,  yang biasanya dirasakan pada salah satu sisi kepala.  Migrain biasanya disertai mual, muntah sensitif terhadap suara atau cahaya atau gerakan. Secara fisiologis, sakit kepala migrain adalah suatu kondisi neurologis, lebih umum pada wanita daripada laki-laki.

Kata migrain dipinjam dari Bahasa Perancis Kuno Migraigne (aslinya “megrim”, tetapi dieja ulang pada tahun 1777 di model Perancis kontemporer). Istilah Perancis tersebut berasal dari pelafalan vulgar kata latin hemicrania, di mana istilah itu sendiri didasarkan pada Bahasa Yunani hemikrania, dari akar Bahasa Yunani untuk “setengah” dan “tengkorak”.

http://rakyatjateng.fajar.co.id

Migrain (biasa disebut migren) dibagi dalam 2 golongon besar :

a. Migrain Biasa (migrain tanpa aura) kebanyakan penderita migrain masuk ke dalam jenis ini. Migrain biasa ditandai dengan nyeri kepala berdenyut di salah satu sisi dengan intensitas yang sedang sampai berat dan semakin parah pada saat melakukan aktivitas. Migrain ini juga disertai mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau. Sakit kepala akan sembuh dalam 4 sampai 72 jam, sekalipun tidak diobati.

b. Migrain Klasik (migrain dengan aura). Pada jenis klasik, migrain biasanya didahului oleh suatu gejala yang dinamakan aura, yang terjadi dalam 30 menit sebelum timbul migrain. Migrain klasik merupakan 30 persen dari semua migrain.

Penyebab Migren

Penyebab migrain masih belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kondisi migrain. Berikut penyebab terjadinya kondisi migrain:

  • Cahaya terang
  • Cuaca yang ekstrem (sangat panas atau sangat dingin)
  • Perubahan tekanan udara
  • Perubahan hormonal (fluktuasi estrogen saat haid, kehamilan, atau menopause), karena itu wanita lebih banyak terserang migraine daripada pria
  • Minuman beralkohol atau berkafein
  • Keju, makanan asin, atau makanan olahan
  • Mengkonsumsi makanan tambahan (aspartam/gula tambahan atau monosodium glutamat /MSG)
  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung tyramine aditif (produk kedelai, kacang fava, sosis keras, ikan asap, keju, dan anggur Chianti)
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu (obat kontrasepsi oral atau nitrogliserin)
  • Stress berlebihan
  • Suara keras
  • Aktivitas fisik yang relative melelahkan
  • Terlambat makan
  • Kurang tidur
  • Menghirup bau yang tidak biasa

Gejala Penyakit Migren?

Tanda-tanda migrain  biasanya mulai terasa sejak 1-2 hari sebelum migrain itu sendiri muncul. Hal ini biasanya lebih dikenal dengan nama prodormal. Tanda-tanda tersebut yaitu:

  • Depresi
  • Kelelahan
  • Sering menguap
  • Mudah marah
  • Hiperaktif
  • Leher kaku
  • Mengidam makanan

Setelah tahap prodormal (gejala sebelum penderuta merasakan sakit yang sesungguhnya), beberapa orang juga mengalami aura. Berikut tanda-tandanya seperti:

  • Tidak bisa bicara dengan jelas
  • Kesemutan di bagian lengan dan kaki
  • Melihat kilatan cahaya
  • Melihat suatu bayangan yang sebenarnya tidak ada
  • Kehilangan penglihatan sementara

Pada beberapa penderita bisa terjadi migrain tanpa didahului dengan timbulnya aura. Setelah tahap aura, tanda-tanda selanjutnya yaitu fase serangan. Fase ini merupakan tahap paling parah ketika migrain yang dapat berlangsung dari empat jam hingga tiga hari dan tiap orang memiliki tanda-tanda migrain yang berbeda-beda. Berikut tanda-tandanya seperti pusing, mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya dan suara meningkat, nyeri pada satu sisi kepala

Berdasarkan fakta yang dipaparkan www://hellosehat.com, alasan wanita lebih rentan terkena migrai, adalah:

– Otak wanita lebih sensitif

Otak wanita cenderung lebih sensitif. Perubahan-perubahan sederhana seperti suhu ruangan dan perubahan pola tidur bahkan mampu memicu perubahan emosi tiba-tiba pada wanita. Perubahan emosi secara tiba-tiba ini kemudian menyebabkan timbulnya suatu gelombang abnormal di otak (cortical spreading depression).

Menurut  Andrew C. Charles, seorang ahli neurologi dari University of California, gelombang ini dapat menyebabkan peradangan dan kesakitan, naik turunnya aliran darah serta sel saraf tertekan pada otak. Sehingga, timbulnya gelombang ini belakangan sering dikaitkan dengan terjadinya migrain.

– Hormon

Pada setiap bulannya, wanita akan mengalami menstruasi. Sebelum memasukai siklus menstruasi, terdapat fase di mana kadar estrogen akan mengalami penurunan serta kadar asam lemak prostagladin akan mengalami peningkatan, dengan selisih yang cenderung signifikan dan secara tiba-tiba. Kondisi ini ternyata mampu memicu penurunan senyawa kimia yang terdapat dalam otak (serotonin) serta menyebabkan pembuluh darah pada otak berkontraksi dan mengalami pelebaran, sehingga memicu terjadinya migrain.

Selain pada saat menstruasi, situasi ini juga dapat terjadi saat wanita tersebut memasuki masa menopause dan saat menggunakan kontrasepsi hormonal (pil KB).

– Cara kerja otak yang berbeda

Penelitian yang dilakukan oleh Boston Children Hospital dengan Harvard Medical School berhasil mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan antara cara kerja otak pria dengan wanita ketika mengalami migrain. Penelitian yang dilakukan dengan melakukan scan terhadap 44 otak partisipan ini menemukan, bahwa ketika wanita mengalami migrain, area yang berfungsi mewadahi otak (materi abu-abu atau grey matter) mengalami penebalan pada kedua bagian yang berfungsi dalam pemrosesan rasa sakit (posterior insula dan precuneus).

https://kumparan.com

Uniknya, reaksi ini tidak terjadi pada otak pria yang tengah mengalami migrain. Para peneliti lalu melakukan perbandingan terhadap dampak dari kondisi ini dan menemukan, bahwa penebalan pada kedua area ini saling berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menimbulkan rasa sakit.

Migrain diturunkan dari ibu

Dikutip dari www://health.detik.com, yang mengejutkan, adalah satu dari lima wanita dan satu dari 20 pria di Inggris telah menderita migrain. Migrain adalah penyebab utama kecacatan kesembilan di dunia, dan lebih umum ketimbang diabetes atau asma.

     Penelitian menunjukkan bahwa antara 70 hingga 80 persen menderita migrain memiliki riwayat keluarga juga menderita migrain, terutama dari faktor ibu.

     Karena penyakit ini disebabkan oleh kondisi genetik, maka tidak ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit ini. Obat yang ada hanya bisa mengurangi dan meminimalkan gejala yang ditimbulkan.

Pencegahan

Pencegahan yang paling tepat adalah mengetahui pencetus migrain dan menghindarinya. Masing-masing orang akan berbeda, sangat individual. Ada beberapa penyebab migrain yang dapat dihindari. Berikut hal-hal yang dapat mencegah migrain:

  • Tidur dan beraktivitas secara teratur
  • Makan teratur
  • Minum banyak air
  • Hindari makanan penyebab migrain (masing-masing individu berbeda-beda)Hindari stress
  • Hindari asap rokok
  • Berolahraga teratur

Obat apa yang diperlukan untuk menyembuhkan migrain?

Tahap awal untuk menyembuhkan migrain dapat digunakan obat anti nyeri yang dapat dibeli tanpa resep, yaitu parasetamol atau obat antri-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen, atau natrium naproxen.

Selain obat-obatan, terapi pelengkap juga dapat membantu mengurangi gejala dan frekuensi serangan migrain. Terapi tersebut antara lain:

-Akupuntur

Menusukkan jarum yang sangat halus pada titik tentu di kulit untuk menimbulkan aliran energi ke sekujur tubuh. Cara ini dapat membantu mengurangi nyeri kepala dan relaksasi otot.

– Relaksasi

Cara ini dapat membantu mengurangi stres dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah lain untuk mengurangi rasa sakit kepala akibat migrain yaitu:

a)Berbaring ditempat tenang dan gelap

b)Memijat kepala

c)Menempatkan kain dingin di atas kepala atau belakang leher

Bila serangan migrain sering terjadi atau frekuensi serangan makin meningkat dari waktu ke waktu maka sebaiknya segera periksa ke dokter agar segera diketahui apakah hal ini hanya migrain saja atau penyakit lain yang memiliki gejala yang serupa. Penyakit lain tersebut antara lain stroke, kelainan pembuluh darah otak atau tumor kepala/otak.

Nama :  dr. Dolly Irbantoro, MMRS

Istri :  Silviana  Dewi

Anak :  1.  Emmanuel Nathania Viotiski (Vio),    

2.  Priscilla Livia Oktin (Via)

Riwayat  Pekerjaan :

1.  Dokter umum RS Baptis Kediri (1999-2001)

2.  Dokter umum RS Baptis Batu (2001-2002)

3.  Dokter PTT  Kab. Berau (2002-2005)

4.  Dokter umum RS Mitra Keluarga Surabaya (2005-2008)

5.  Dokter umum RS Baptis Batu (2008-sekarang)

6.  Wakil Direktur Pelayanan RS Baptis Batu (2010-2016)

7.  Direktur RS Baptis Batu (2016-sekarang)

Penulis: Masdharma

About the author

suarabaptis

Leave a Comment