Musik

Tuhan Harapanku NP. 285

Written by suarabaptis

Kisah Dibalik Lagu “Tuhan Harapan Ku”

Tuhan harapanku
S’panjang waktu;
SuaraMu ku dengar,
Lembut merdu.
Tuhanlah harapanku,
Ya, sepanjang waktu;
Sekarang Juru S’lamat,
Berkatiku! Amin.
2
Tuhan harapanku
Selamanya;
Godaan atasku
Tak berdaya.
3
Tuhan harapanku
Setiap saat;
Jikalau Tuhan jauh,
Aku sesat.
4
Tuhan harapanku
Senantiasa;
Janji setiaMu
Tetap serta.
5
Tuhan harapanku
S’panjang waktu;
Selama-lamanya
Ku milikMu.

Syair : I Need Thee Every Hour, Annie S. Hawks, 1872. Mazmur 71:5
Lagu : NEED, Robert Lowry, 1872.

Video Youtube: Coram Deo

Banyak nyanyian pujian yang dikarang sebagai akibat suatu kejadian yang luar biasa. Misalnya, lihatlah cerita “Lagu Mars Kaum Kristen” (hlm. 15-20), atau pasal 14 dari JILID 2, ataupun pasal 4 dari JILID 3 dalam seri buku ini.

Lain sekali lagu pilihan yang dikisahkan dalam pasal ini. Tidak terjadi sesuatu pun yang penting atau luar biasa yang menyebabkan penulisannya.

Sesungguhnya nyanyian kesayangan ini merupakan “Lagu bagi Hidup Sehari-hari.”

Seorang Ibu Rumah Tangga

Annie Sherwood Hawks lahir pada tahun 1836. Ia tinggal di sebuah desa kecil di negara bagian New York, Amerika Serikat. Sebagai seorang gadis ia ternyata sudah mempunyai bakat yang luar biasa. Pada umur 14 tahun ia sudah sempat mengarang syair-syair yang diterbitkan dalam sebuah surat kabar setempat.

Pada tahun 1859 Annie menikah, dan pindah ke kota besar New York. Di situ ia menggabungkan diri dengan sebuah gereja Baptis. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi anggota gereja yang setia.

Yang menjadi pendeta Ny. Hawks ialah Dr. Robert Lowry. Dr. Lowry juga seorang penyair dan musikus. Setelah ia mengetahui tentang talenta Ny. Hawks, ia pun mendorong ibu itu untuk menulis beberapa lagu rohani.

Di antara 400 karangan Annie Sherwood Hawks, yang paling terkenal adalah nyanyian yang ditulisnya pada suatu pagi yang cerah dalam musim semi tahun 1872. Biarlah Ny. Hawks sendiri menceritakan riwayat “Lagu bagi Hidup Sehari-hari” itu:

“Nyanyian itu saya tulis pada suatu pagi, bertahun-tahun yang lalu. Di tengah-tengah kesibukan di rumah, saya merasakan kehadiran Tuhan yang begitu dekat. Saya bertanya-tanya dalam hati, bagaimana gerangan seseorang dapat hidup tanpa Dia, dalam suka maupun duka. Pada saat itulah terkilas dalam pikiran saya kata-kata: `Tuhan harapanku sepanjang waktu. Saya lalu duduk dekat sebuah jendela pada hari yang sejuk dalam bulan Juni itu. Saya mengambil pensil, lalu mulailah kata-kata itu tercurahkan di atas kertas….”

Mengapa Begitu Tenar?

Ny. Hawks menunjukkan syairnya yang baru kepada pendetanya. Dr. Lowry segera menyukainya. la pun mengarang lagunya dan juga menambahkan koornya, yang kemudian selalu dinyanyikan bersama dengan bait-bait ciptaan Ny. Hawks.

Kemudian gembala sidang itu menerbitkan “Lagu bagi Hidup Sehari-hari” dalam sebuah lembaran khusus untuk pertemuan besar Sekolah Minggu se-Amerika Serikat yang diadakan lima bulan kemudian, yaitu pada bulan Nopember 1872. Semua orang menyukai lagu baru itu. Segera nyanyian itu mulai dicetak dalam kitab-kitab lagu rohani, dan mulai dibawa pula ke negeri-negeri lain.

Pdt. Robert Lowry (1826-1899), yaitu pelengkap dan penyempurna lagu karangan Ny. Hawks, juga mengarang banyak lagu pilihan yang lain. Riwayatnya yang lebih lengkap dimuat pada pasal 5 dari JILID 2 dalam seri buku ini.

Seseorang pernah bertanya kepada Ny. Hawks tentang ketenaran “Lagu bagi Hidup Sehari-hari.” Ibu Kristen yang sungguh rendah hati itu menjawab: “Saya sendiri kurang mengerti mengapa nyanyian itu begitu menggerakkan hati banyak orang.”

Enambelas tahun kemudian, yaitu pada tahun 1888, Ny. Hawks mulai mengerti hal itu. Pada waktu itu, suaminya yang tercinta meninggal dunia. Dalam saat kesedihan, kata-kata dari nyanyian yang ditulisnya sendiri membawa banyak penghiburan baginya.

Ny. Hawks sebagai janda lalu pindah dari kota New York dan tinggal bersama- sama anak perempuannya. Dan sepanjang masa hidupnya sampai kematiannya pada tahun 1918, lagu pilihan karangannya sendiri itu terus menolong dan menguatkan dia.

Dewasa ini umat Kristen di seluruh dunia mendapatkan bantuan dan kekuatan dari nyanyian itu. Mereka merenungkan kata-kata yang ditulis oleh seorang ibu rumah tangga di tengah-tengah kesibukannya yang biasa saja. Mereka juga menyanyikan lagu dan koornya yang dilengkapi oleh gembala sidang dari gereja tempat ibu Kristen itu menjadi anggota yang setia. Dan “Lagu bagi Hidup Sehari- hari” itu masih tetap membawa sukacita dan damai ke dalam hati banyak orang.

Author
: H.L. Cermat
Sumber
: Riwayat Lagu Pilihan dari Nyanyian Pujian, Jilid 1
® Lembaga Literatur Baptis

About the author

suarabaptis

Leave a Comment