Munas IV GGBI

Pembukaan-Musyawarah Pleno I, Munas IV GGBI 2018: Bentuk Komisi Baru Khusus Bahas BCPO GGBI

Written by suarabaptis

Suasana Pembukaan Munas IV GGBI

Selasa, 20 Maret 2018, Musyawarah Nasional (Munas) IV Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) dihelat di Wisma Baptis Bukit Soka (WBBS), tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan no.97, Salatiga.

Tepat di pukul 09.40 ibadah pembukaan dimulai dengan puji-pujian dipimpin Joseph Poulan. Disambung doa pembukaan oleh Pdt. Timbul Srigati, Ketua Badan Perwakilan Daerah (BPD) GGBI Banyumas.

Hingga kebaktian pembukaan dimulai, jumlah peserta yang hadir tercatat sekitar 140, termasuk narasumber dan panitia. Jumlah peserta bertambah di pertengahan acara sejumlah 156, termasuk narasumber dan panitia.

Mengusung tema “Segala Kemuliaan Hanya Bagi Dia” dari 1 Tawarikh 16:28, kali ini Ketua BPN GGBI Pdt. Yosia Wartono menjabarkan firman Tuhan dari nats yang lain, yakni Injil Yohanes 15:1-8.

Mengambil contoh kisah dari beberapa tokoh Alkitab yang rela berkorban dan merendahkan diri di hadapan Tuhan, hamba Tuhan yang juga Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Setia Bakti Kediri ini mengajak para peserta untuk meninggalkan sifat egosentris, terus berlatih rendah hati, dan mengutamakan kemuliaan Tuhan.

“Apakah memuliakan Allah sudah kita wujud-nyatakan dalam diri kita, dalam gereja dan dalam gabungan (GGBI)?” tandas Pdt. Wartono mengajukan pertanyaan perenungan penting. Merespons penyampaian Firman Tuhan, peserta menyanyikan dengan khidmat lagu “Bagi Yesus Semuanya” dari buku Nanyian Pujian (NP) 237.

Memasuki Sesi Musyawarah Pleno I pukul 10.23, acara diambil alih tiga pimpinan BAMUSNAS GGBI, yakni Pdt. Hana Aji Nugroho (Ketua), Pdt. Paul Kabariyanto (Wakil Ketua), serta Pdt. Frank David Suitela (Sekretaris).

Para narasumber yang terdiri dari perwakilan organ-organ GGBI, yaitu para pengurus BPN GGBI, sejumlah pengurus Yayasan Baptis Indonesia (YBI) dan Yayasan Rumah Sakit Baptis Idoensia (YRSBI), ketua-ketua Lembaga Baptis, serta para pengawas dan pembina yayasan, mengambil tempat duduk terpisah dari para utusan gereja.

Berbeda dengan munas-munas sebelumnya, kali ini pihak penyelenggara, yakni BPN GGBI mengundang seluruh ketua BPD GGBI. Pasalnya munas kali ini akan melangsungkan pembahasan khusus terkait Bakal Calon Pimpinan Organ (BCPO) GGBI.

Membuka pleno I, Ketua Pembina YBI, Pdt. David Sumarto menyampaikan sambutan mewakili BPN GGBI.

Dalam sambutannya, Pdt. David mengimbau para peserta agar jangan salah fokus dengan program yang muluk-muluk namun berujung pada gagalnya pelaksanaan. Ia pun menyayangkan masih banyaknya gereja yang belum mendukung keuangan GGBI.

“Ternyata setelah membayar laporan, saya agak menangis karena ada beberapa gereja yang tidak mendukung,” tukas Pdt. David.

“Jadi apa yang kita sepakati di sini, mari kita jaga bersama-sama, kita laksanakan. Itu jika ingin memuliakan nama Tuhan, untuk membayar Injil bagi bangsa kita,” tutupnya.

Melanjutkan musyawarah, Paul Kabariyanto mewakili Bamusnas GGBI melaporkan bahwa jumlah perwakilan gereja Baptis yang sudah mendaftar sebagai peserta munas adalah 165 utusan dari total 286. Maka, Pdt. Paul menyampaikan bahwa jumlah peserta sudah cukup memenuhi kuorum untuk menyelenggarakan munas.

Menjelang pengesahan Tata Tertib Munas IV GGBI, Arsendi, utusan GBI Batuzaman Bandung menagih janji penyelenggara pada MUNAS II 2016 lalu. Pasalnya, saat itu pihak penyelenggara berjanji akan menyebar materi munas jauh-jauh hari sebelum penyelenggaraan munas agar peserta dapat mempelajari dengan baik dan tidak mengulur waktu munas. Menanggapi usulan ini, Pdt. Paul mengimbau pihak BPN GGBI agar dapat menepati janjinya di munas mendatang.

Selanjutnya, terkait BCPO GGBI, Pdt. Rudi Batlayar, Gembala Sidang GBI Babarsari Sleman, Yogyakarta mengusulkan adanya pembentukan komisi baru untuk membahas BCPO. Meski pihak Bamusnas GGBI sempat menampik usulan tersebut lantaran merasa cukup menempatkan pembahasan BCPO pada musyawarah komisi III (organisasi), namun akhirnya menyetujui juga. Hal ini karena usul yang sama kembali diulang Pdt. Helly Heryanto yang merupakan Ketua Komisi III Bamusnas GGBI sendiri. Ia mengaku tidak sanggup menghandle pembahasan BCPO yang cukup kompleks hanya dalam waktu 3 hari (Selasa-Kamis).

“Maka menurut saya perlu dibentuk komisi baru, misalnya dinamakan komisi formatur,” tandas Pdt. Helly yang disokong pula oleh pendapat Pdt. Martinus Sumendi, Gembala Sidang GBI Ngadinegaran Yogyakarta yang memandang pentingnya usul dikabulkan dengan pertimbangan kualitas keputusan.

Mengesahkan penambahan komisi, pihak Bamusnas GGBI menegaskan bahwa peserta musyawara Komisi III GGBI nanti adalah seluruh Ketua BPD GGBI ditambah satu utusan dari setiap BPD. Dalam hal ini Pdt. Helly turut mengingatkan bahwa peran ketua BPD GGBI dalam pembahasan BCPO tidak sebagai pegambil kebijakan tetapi hanya sebagai nara sumber yang mengawal pengambilan keputusan.

Dalam Musyawarah Pleno I ini pula disambut tiga anggota GGBI yang baru, yakni GBI Getsemani Sambiroto Kediri, Jawa Timur; GBI Perning Nganjuk, Jawa Timur; serta GBI El Shadai Jalur 19, Sukadamai, Sumatera Selatan. (SB/andry)

 

 

 

 

 

About the author

suarabaptis

Leave a Comment