Munas IV GGBI

Liputan Musyawarah Pleno II Munas IV GGBI: Chaplain Rumah Sakit Baptis Akan Dilembagakan

Written by suarabaptis

 

Dalam Musyawarah Pleno II Munas IV GGBI kali ini disampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari kedua Yayasan Baptis milik GGBI yakni Yayasan Baptis Indonesia (YBI) dan Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia (YRSBI).

Kali ini, Ketua YRSBI, Pdt. Victor Rembeth menyampaikan laporan kinerja YRSBI tahun 2017. Diakuinya masih banyak kekurangan di sana-sini, namun ia menyatakan, melalui kerja sama dengan semua pihak terkait, baik Pembina, Pengawas, Pengurus serta ketiga rumah sakit (RS Baptis Kediri, RS Baptis Batu, RS Imanuel Bandar Lampung), juga satu klinik yakni Klinik Baptis Kupang, maka berbagai hal bisa ditangani sebaik mungkin.

Pdt. Victor menyambung, YRSBI bersyukur di tahun 2017 lalu, pihaknya merasa sudah dapat meningkatkan pelayanan bersama umat Baptis Indonesia.

“Baik pendanaan maupun pengadaan sudah diupayakan semaksimal mungkin ke BPN, BPD, dan kerjasama langsung dengan YBI,” paparnya.

Peningkatan kinerja, Pdt. Victor melanjutkan, YRSBI sejauh ini terus melakukan upaya monitoring dan evaluasi. Upaya perbaikan dan proses pemilihan kepemimpinan yang berkelanjutan pun terus dilakukan sembari melaksanakan upaya taat asas dalam organisasi.

Pdt. Victor juga menyampaikan bahwa YRSBI saat ini tengah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti YBI, Rebana Indonesia dan Ikatan Tenaga Medis Baptis Indonesia.

Komitmen memegang prinsip budaya organisasi, yaitu Profesionlaisme, Akuntabilitas dan Spiritualitas, Pdt. Victor mengungkapkan bahwa peranan Pengawas YRSBI cukup besar.

Dari segi profesionalitas contohnya, YRSBI tidak ragu melakukan perubahan yang dirasa perlu. Misal, dua tahun belakangan ini, ada perubahan besar yang harus dilakukan pengurus, salah satunya ialah penggantian direktur dan wakil direktur rumah sakit.

Dalam segi akuntabilitas, YRSBI membuktikan dengan diperkuatnya sistem pengawasan bagian keuangan. Maka laporan keuangan YRSBI diperiksa langsung oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

Pdt. Victor menegaskan juga bahwa ditempatkannya chaplain atau pendeta rumah sakit merupakan salah satu upaya mengoptimalkan spritualitas tiga rumah sakit Baptis.

“Chaplain sudah berjalan dengan baik, dan akan dilembagakan karena itu menjadi bagian dari spiritual rumah sakit. Penguatan misi dan visi, mengusahakan kerjasama kebangsasan dan lintas iman menjadi rencana kerja YRSBI tahun 2018,” sambung pdt. Victor.

Tak heran jika ketiga rumah sakit Baptis saat ini sudah terakreditasi paripurna, yakni tingkat tertinggi dari penilaian rumah sakit.

Dilanjutkannya, terkait Klinik Baptis Kupang yang berjalan di bawah koordinasi dr. Imanuel Eka, sudah beroperasi dengan baik. Klinik yang digarap bersama Tim Rebana Indonesia ini telah melayani pengungsi eks-Timor Timur bahkan sampai ke daerah terpencil dan terabaikan di Kawasan Timur Indonesia, meski belum setahun berdiri.

Selain itu, rencana lain adalah mengumpulkan para jemaat Baptis yang berprofesi sebagai dokter baik yang telah melayani di dalam rumah sakit Baptis maupun di luar, untuk dipersiapkan menjadi pemimpin di rumah sakit Baptis.

Presentasi laporan disambung Ketua YBI, Ed Khrisharyanto. Edi melaporkan bahwa YBI senantiasa berupaya meningkatkan kinerjanya dan pendampingan intensif baik pada lembaga pendidikan maupun non-pendidikan agar dapat menjadi organ dan lembaga yang semakin sehat dan mandiri.

Sementara itu YBI juga menjalin jejaring dengan seluruh organ GGBI dan lembaga-lembaga dalam negeri maupun luar negeri untuk semakin memperkuat dan mengembangkan lembaga.

Di tahun 2018, YBI merencanakan penerimaan 102,83 persen pencapaian dari penerimaan. Sementara pengeluaran totalnya 73 persen.

Pula Edi menjabarkan pencapaian YBI atas pelaksanaan program 2017. Seperti berhasilnya Sekolah Tinggi Teologia Baptis (STTB) Medan dalam mengantongi akreditasi B untuk program studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Strata 1 dan Teologi Strata 1. Juga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kediri yang mendapat 4 dana hibah dari Kemenristek. Tak ketinggalan prestasi besar yang diraih Dana Pensiun Baptis Indonesia (DPBI) sebagai juara 1 untuk kategori aset 100-200M. (SB/adi)

About the author

suarabaptis

Leave a Comment