Singkat Sejagat

Mengenang Sang Penginjil Militan: 5 Fakta tentang Billy Graham

Written by suarabaptis

Mengenang Sang Penginjil Militan:
5 Fakta tentang Billy Graham
(7 November 1918– 21 Februari 2018)

Rev. Billy Graham, dikenal sebagai penginjil dan pengkhotbah ternama, bukan hanya di negara Barat tetapi juga di seantero dunia. Sejarah mencatat nama Billy Graham sebagai pengkhotbah yang paling banyak menyampaikan berita Injil dibandingkan pengkotbah lain -Hampir 215 juta orang di lebih dari 185 negara dan wilayah.

Inilah lima fakta yang mungkin tidak Anda ketahui tentang pengkotbah yang berlatar belakang Southern Baptist ini.

1.       Graham tumbuh di daerah peternakan keluarga dekat Charlotte, North Carolina. Orang tuanya merupakan seorang Presbiterian yang sangat disiplin, tapi penuh kasih. Ayahnya, William Franklin Graham Sr. sangat tegas mendidik anak-anaknya. Ia menjauhkan tembakau dan melarang mereka menyentuh alkohol. Pada tahun 1933, setelah dianggap cukup dewasa, ayahnya meletakkan dua botol bir di depan Billy dan Katherine, adiknya.  Ia berkata, “Minum (bir) itu!” Kaka beradik itu segera meminumnya, namun terkejut karena rasanya pahit. Mereka sontak menolak melanjutkan minumnya. “Mulai sekarang,” kata ayahnya, “Jika ada teman yang membujukmu minum alkohol, bilang saja kamu sudah pernah mencobanya dan kamu tidak suka.” Pengalaman itu cukup membuat mereka kapok dan menghindarkan mereka dari alkohol juga narkoba selama sisa hidup mereka.

2.       Pada tahun 1934 di usia 16 tahun, Graham ditolak menjadi anggota kelompok pemuda setempat karena dia “terlalu duniawi”. Seorang pria yang bekerja di peternakan Graham membujuk Billy Graham untuk pergi menemui penginjil Mordecai Ham. Menurut otobiografinya, dalam serangkaian pertemuan kebangunan rohani yang dipimpin oleh Ham di Charlotte, North Carolina, Billy diubahkan. Setelah lulus dari Sharon High School pada bulan Mei 1936, Billy menghadiri Bob Jones College. Setelah satu semester, dia merasa kelas dan peraturan yang diikutinya terlalu kaku. Ia bahkan hampir diusir, tapi Bob Jones Sr. memperingatkannya untuk tidak membuang-buang waktu, “Kalau kamu masih bersikap seperti ini, paling banter kamu hanya akan menjadi pendeta Baptis miskin di negara yang entah dimana. Kamu memiliki suara yang menarik. Tuhan bisa menggunakan suaramu itu dengan luar biasa.”

3.       Billy Graham ditahbiskan di sebuah gereja Southern Baptist Convention pada tahun 1939. Dia berniat menjadi seorang chaplain di angkatan bersenjata. Namun, tak lama setelah ia melamar di satu bagian, dia terkena gondok. Setelah masa penyembuhan di Florida, Billy dipekerjakan sebagai penginjil pertama dari Youth Christ International (YFCI) yang baru. Dia segera berkhotbah di seluruh Amerika Serikat dan Eropa pada era pasca-perang. Billy Graham “bangkit” sebagai seorang penginjil muda. Setelah kebangunan rohani di Los Angeles yang membuahkan pertobatan besar di kalangan artis Hollywood, ia dikejutkan oleh kerumunan para wartawan dan fotografer. Ternyata William Randolph Hearst, seorang pemimpin sebuah media besar memiliki firasat akan “ketenaran” Billy Graham”. Billy sendiri tidak pernah bertemu dengan Hearst, dan tidak ada yang tahu mengapa penerbit menaruh perhatian padanya. Namun hasil liputan media membuktikan, Billy Graham segera beralih dari seorang penginjil tenda ke seorang tokoh nasional.

4.       Ketika pertama kali mendapat sorotan nasional pada awal 1950-an, Billy tidak secara terbuka menunjukkan penolakan terhadap pembedaan ras. Namun pada tahun 1953 dalam acara KKR-nya, ia memutuskan tali yang telah disiapkan panitia untuk memisahkan peserta KKR berdasar ras. Meskipun kemudian dia mengizinkan tempat duduk terpisah di acara KKR lainnya, dia menjadi semakin menentang perbedaan dan rasisme. Pada tahun 1955, Billy mengundang Martin Luther King Jr untuk bergabung dengannya di mimbar pada kebangunan 16 minggu di New York City, di mana 2,3 juta orang berkumpul di Madison Square Garden, Yankee Stadium, dan Times Square untuk mendengarkan mereka. Dalam otobiografinya, Billy mengatakan bahwa dia dan King mengembangkan persahabatan yang erat, bahkan dia adalah satu dari sedikit orang yang memanggil King dengan sebutan “Mike”. Pada tahun 1963, Billy mengirim jaminan kepada King untuk dibebaskan dari penjara selama demonstrasi hak-hak sipil di Birmingham.

5. Billy sering disebut sebagai “pendeta para presiden” karena ia memiliki hubungan atau audiensi pribadi dengan setiap presiden A.S. dari Truman sampai Obama. Dia sangat dekat dengan Eisenhower, yang memintanya berada di ranjang saat kematiannya mendekat, begitu juga Nixon. Dia memimpin penguburan presiden Lyndon Johnson pada tahun 1973 dan berkotbah pada pemakaman presiden Richard Nixon pada tahun 1994. Satu-satunya presiden yang tidak menyukai Billy, seperti yang sering dicatat oleh para penginjil, adalah Truman. Truman menyebutnya sebagai “pemalsuan” dan mengatakan “Dia tidak pernah menjadi teman saya saat menjadi Presiden.” Pada tahun 2001, sebuah komite sejarawan, jurnalis, dan intelektual publik menempatkan Billy sebagai orang yang paling terpandang di abad 20 di belakang Martin. Luther King Jr., William Faulkner, dan Elvis Presley. Antara tahun 1955 dan 2006, Graham memenangkan sebuah acara ‘Sepuluh Pria Paling Dikagumi’ dari Gallup sebanyak 55 kali (termasuk 49 tahun berturut-turut), mengalahkan saingan terdekatnya, Presiden Ronald Reagan dan Paus Yohanes Paulus II, yang tampil 31 dan 27 kali.

Rabu 21 Februari 2018, Billy Graham meninggal di rumahnya di Montreat, North Carolina, dalam usia 99 tahun. Menurut Jeremy Blume, juru bicara Billy Graham Evangelistic Association, Graham meninggal pada pukul 8 pagi itu.Billy yang bernama lengkap William Franklin Graham, lahir 7 November 1918.

(Ulasan selengkapnya dapat dibaca di Majalah Suara Baptis Edisi II/2018)

Diterjemahkan dan disadur dari tulisan Joe Carter, https://erlc.com/ (The Ethics & Religious Liberty Commission is an entity of the Southern Baptist Convention.)

About the author

suarabaptis

Leave a Comment