Toko Buku LLB

Resensi Buku – Manfaatkan Amarah Anda Sebelum Ia memanfaatkan Anda

Written by suarabaptis

Tanpa melakukan pengamatan khusus, kita akan mudah menemukan orang-orang yang gemar menyuarakan kegeramannya. Kebanyakan orang merasa wajib melampiaskan kemarahan secara agresif demi menegakkan kebenaran versi masing-masing.

Orang yang marah agresif merasa terinjak-injak jika argumennya kalah. Mereka tanpa segan menghukum orang yang berbuat salah, tak kompromi dan tak bergeser. Dalam kamusnya, agresif berarti tegas!

Dalam dimensi yang lain, sebagian orang  merasa tak pantas marah. Definisi marah dalam benaknya ialah berteriak-teriak, membanting, meninju, atau melempar sesuatu, dan baginya itu adalah kejahatan besar.

Dalam pribadi orang inilah, pepatah “diam itu emas” berlaku sepanjang hari. Kemarahan bukanlah tindakan yang sopan dan beradab. Karena itu ia betah menyimpan ganjalan-ganjalan emosi dalam hatinya dan menjadi semakin diam ketika emosi itu menggunung. Marah hanya merusak citra diri! pikirnya.

Seperti emosi lainnya, kemarahan seringkali tak menentu dan sulit dikontrol. Orang yang gagal mengendalikan amarah bagaikan mobil tanpa rem. Ia akan menerjang ngawur menuju kecelakaan dan menimbulkan kerusakan hebat. Tak ayal, emosi semacam ini sangat berpotensi – potensi menimbulkan kehancuran.

Sesungguhnya, marah adalah emosi yang wajar. Kita tidak harus memuntahkan amarah dengan agresif dan membabi buta. Juga tidak selayaknya bersikap “munafik”– memberangus umpatan sembari mengucapkan berkat. Padahal sebliknya kita merancang upaya untuk menanam kutuk dan rasa bersalah sedalam mungkin di hati orang yang kita anggap sebagai “tersangka” yang tidak peka akan suara hati kita.

Namun perlu kita sadari. Seorang yang sukses mengolah amarahnya bukanlah seorang yang berhasil membuat pihak lawan mendadak takut, hening, atau takluk tanpa komentar. Atau membuat orang lain hancur dan terpenjara dalam rasa bersalah yang tak tertebus.

Hati-hati! Kemarahan yang tidak cerdas dapat bermanifestasi menjadi monster yang dapat membunuh karakter Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Letupan emosi ini terbukti sering menjadi sumber penderitaan jiwa dan keretakan hubungan.

Pernahkah Anda merasa semakin kacau setelah melampiaskan kemarahan Anda? Atau menyesal di kemudian hari ketika gagal mengungkapkan isi hati Anda?

Apakah Anda sering berada di posisi yang dilematis, takut menyakiti hati orang lain jika mengatakan apa yang Anda rasakan, namun gusar melihat polah-tingkahnya yang menjengkelkan dan merugikan?

Selamat! Anda telah menemukan buku ini.

Dr. Les Carter telah membedah “kemarahan” melalui telaah yang alkitabiah dan sistematis. Nasihat-nasihatnya akurat, pun sehat dari sudut kejiwaan.

Sebagai seorang penulis dua puluh buku terlaris, psikoterapis pendiri Sothlake Psychiatric dan Counseling Center di Southlake, Texas ini tentunya sudah sangat ahli di bidang perawatan masalah kejiwaan dan gangguan emosi.

Carter mengajak kita untuk belajar lebih lagi bagaimana menjadi kita tetap baik meskipun sedang marah. Bersikap tegas tanpa menimbulkan sakit hati yang berkepanjangan.  Dan terlebih Anda dapat belajar marah dengan tepat guna tanpa berbuat dosa!

Buku Getting The Best Of Your Anger: Before It Get The Best Of You ini akan menolong Anda untuk  mengambil bagian terbaik dari amarah Anda. Mengendalikannya secara realistis sebelum Anda dikendalikan olehnya. Serta menanganinya dengan lebih apik.

Apakah Anda tertarik untuk meminimalkan derita hidup akibat dinamika emosi? Pastikan buku ini ada di tangan Anda!

 Penulis : Andry W. Pertiwi

 Editor  : Prisetyadi Teguh Wibowo

JUDUL BUKU
Getting The Best of Your Anger: Before It Get The Best of You
JUDUL ASLI
Getting The Best of Your Anger: Before It Get The Best of You
PENULIS
Dr. Les Carter, Ph.D.
PRAKATA
Paul Meier
PENERJEMAH
Doreen Widjana
PENERBIT
Lembaga Literatur Baptis
HALAMAN
7 Pendahuluan dan 196 isi
UKURAN
20,8 cm x 13,9 cm x 1,3 cm

About the author

suarabaptis

Leave a Comment