Toko Buku LLB

Resensi Buku – AJAKAN MENGALAHKAN MUSUH TERBESAR MANUSIA: KESOMBONGAN

Written by suarabaptis

Judul Buku          : Humility: True Greatness; Kerendahan Hati—Kebesaran yang Sejati
Penulis                 : C.J. Mahaney
Prakata               : Joshua Harris
Penerbit              : Lembaga Literatur Baptis
Cetakan              : Pertama, 2010
Jumlah hlm       : 14 halaman pendahuluan + 211 halaman isi
Jumlah bab       : 3 Bagian; 12 Bab
Ukuran buku    : 12,1 x 19,1 cm
Tebal buku        : 1,4 cm
Harga buku      : Rp40.000,00

 

Berlawanan dari keyakinan umum, bukan orang-orang yang merasa serbabisa sendiri yang ditolong Tuhan, melainkan orang-orang yang rendah hati. Tuhan mencari sesuatu yang menarik perhatian-Nya, yang menggerakkan-Nya.  Menarik perhatian Tuhan berarti juga menarik kasih karunia-Nya—kebaikan-Nya—kekuatan-Nya, pertolongan-Nya!
Itu termasuk janji Tuhan!
Apa yang akan dikatakan orang tentang kita suatu hari? Apakah mereka akan mengatakan bahwa kita orang yang rendah hati?

Dan, untuk tahu apa itu rendah hati, kita perlu tahu apa itu kesombongan.

Tak seorang pun di antara kita yang kebal terhadap efek dari kesombongan—efek yang membutakan, efek yang membuat logika tidak dapat berfungsi secara sehat. Mahaney mengambil satu kisah kehidupannya sendiri bagaimana kesombongan cenderung untuk sama sekali mengabaikan logika.

Sering kita berpikir, orang yang sangat tidak cakap dengan sendirinya akan bersikap rendah hati. Namun, pada kenyataannya, ketidakcakapan dan kesombongan bisa ada bersama-sama.

Masalahnya bukan apakah ada kesombongan di dalam hati kita, tetapi di mana kesombongan itu mendekam dan bagaimana kesombongan sudah berakar kuat dalam seluruh kehidupan kita.

Kesombongan selalu berpotensi kehancuran seperti diceritakan Mahaney dalam kisah Jim. Kesombongan juga membuat para pemimpin jatuh.

Kitab Markus bab 9 menceritakan bagaimana murid-murid Yesus juga tidak kebal terhadap kesombongan. Yohanes dan Yakobus menghubungkan kebesaran dengan posisi dan kuasa. Mereka ingin dihormati, dipuji, dan dipandang penting. Di hati mereka, Yesus hanya seumpama sarana untuk meninggikan diri.

Sayang sekali, murid-murid lainnya sama saja. Melalui kemarahan mereka terungkap adanya ambisi yang mementingkan diri sendiri, yang memandang diri sendiri selalu benar.

Bercermin pada Alkitab, terkadang kita mudah sekali untuk mencela orang lain, yaitu ketika kita gagal mengenali wajah kita sendiri.

Dan, apa yang membuat Yesus mencapai kebesaran yang sejati? Pengorbanan-Nya, kematian-Nya, harga yang dibayar-Nya. Sekarang, ketika kita melihat seseorang melayani Tuhan dan sesama, seharusnya kita akan diingatkan oleh pengorbanan Sang Juru Selamat.

Ada hal yang mengejutkan: kita bisa saja mengagumi orang yang rendah hati, tetapi kita sendiri tetap sombong. Kita dapat menipu diri sendiri dengan berpikir bahwa kita sedang menjadi orang yang rendah hati hanya karena sedang membaca buku yang bertemakan kerendahan hati ini.

Mahaney mengajak kita menjajaki cara-cara praktis untuk membantu pembaca takut akan firman-Nya sekaligus tetap menjaga fokus selagi mengejar kebesaran yang sejati. Selama 30-an tahun penulis telah memikirkan cara-cara tersebut secara perlahan dan progresif sementara ia terus bertumbuh dalam kasih karunia Allah.

Cara-cara praktis dalam buku ini adalah rekomendasi, sebuah perenungan, bukan sebuah tuntutan. Mahaney mengajak pembaca mempertimbangkan sendiri dan membuat daftar sendiri tentang bagaimana mengalahkan musuh terbesar kita, kesombongan, dan membina sahabat terbesar kita, kerendahan hati.

Buku ini memiliki tutur bahasa dan pemilihan kata yang langsung dan akrab seperti surat pribadi sehinggga mudah dipahami. Cerita-cerita mengenai kehidupan sehari-hari penulis sangat nyata dan menyentuh, menunjukkan realitas apa adanya banyak diceritakan sebagai contoh. Maka, pembaca akan merasa lebih dekat dengan penulis dan tidak merasa terhakimi. Kutipan-kutipan Alkitab menjadi dasar bagi pembaca untuk memahami kebenarannya. Tulisan penulis-penulis lain yang disertakan, menambah wawasan pembaca. Lebih penting lagi, seluruh buku ini menekankan perlunya menerapkan kebenaran Firman Tuhan dalam hidup kita.

Buku ini layak dibaca siapa saja terutama mereka yang ingin menggali dan mencapai nilai kebesaran hidup dari Tuhan melalui cara-cara praktis dalam kehidupan sehari-hari, tanpa perlu merasa tertekan atau terhakimi. Buku ini selain praktis, sangat enak dibaca dan diikuti seperti sebuah kisah pribadi. Pembaca tidak akan menyesal.  Buku ini tidak sekadar bacaan, tetapi membantu kita untuk memahami firman Tuhan sebagai cermin dalam kehidupan kita sehari-hari. (Lya)

About the author

suarabaptis

Leave a Comment