Liputan Langsung

MABI-REAL CONFERENCE 2018 – Siap Menjadi Pemuda Militan

Written by suarabaptis

MABI-REAL Conference 2018 yang telah berlangsung pada tanggal 5-8 Januari 2018 bertempat di STBI Semarang adalah salah satu program Departemen Pemuda BPN GGBI yang bertujuan tidak hanya mengembangkan kemampuan intelektual, tetapi juga memperkuat kesaksian peserta MABI. Sehingga, apa pun konsentrasi keilmuannya, hati misi ada di dalam diri peserta. Ringkasan komitmen itu, secara ciamik diramu dalam lagu tema MABI kali ini, “Generasi Militan” karangan Yedidya Prasetyo atau yang akrab disapa Didit.

Hari pertama Jumat itu, acara dibuka dengan sajian drama teater yang sarat nilai firman Tuhan, bertemakan kehidupan anak muda. Teater kocak yang digawangi Bayu Dono, salah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang ini menambah semarak dan antusiasme para peserta yang masih terlihat lelah akibat perjalanan jauh yang mereka tempuh untuk sampai ke smeinari yang berdiri di bukit Simongan no. 1 itu.

Menyambung acara, Pdt. Yosia Wartono meneguhkan para peserta dengan penyampaian kebenaran firman Tuhan. ketua BPN GGBI itu menegaskan, orang yang berjalan seturut firman Tuhan pasti akan bertindak sesuai rancangan Tuhan, maka Allah pasti membuatnya berhasil. Bahkan kehidupan rohaninya yang berdampak akan mampu membuat orang lain turut memuliakan Bapa di Sorga.

Mengangkat tema “REAL Conference” yang adalah akronim dari “REach” dan “ALlied”. Seperti yang diungkap Ketua Deptartemen Pemuda BPN GGBI, Pdm. Krisna Wahyu Surya menandaskan melalui wawancara via WhatsApp, “Dua kata ini mengekspresikan tema besar yang diusung BPN GGBI tahun 2017-2018 yakni, ‘Menjangkau Sebanyak yang Tuhan Kehendaki dan Memelihara Sebanyak yang Tuhan Percayakan.’”

Penjelasan mengenai tema REAL tersebut disampaikan  Pdt. D. Royo Haryono dalam dua sesi kuliah umum dengan dasar firman Tuhan yang diambil dari Matius 9:35.

REACH (Menjangkau Sebanyak yang Tuhan Kehendaki), merupakan langkah nyata menanggapi Amanat Agung Tuhan Yesus. Sebuah panggilan untuk pergi (keluar) menjadi pekerja untuk tuaian dengan cara pandang dan sikap Yesus.

ALLIED (Memelihara Sebanyak yang Tuhan Percayakan) adalah kesadaran orang percaya untuk menjaga persekutuan yang telah terjalin dan memelihara jiwa-jiwa yang telah dimenangkan agar tetap eksis dalam keanggotaan gereja lokal.

Peserta juga dibagi dalam delapan Interest Group (IG), Teologi, Teknik, Lingkungan, Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, Sosial & Hukum, serta Seni & Budaya. Di dalamnya terdapat sepuluh IG Leader yang memimpin diskusi konsentrasi IG masing-masing.

Tidak hanya itu, ada juga kelas Bible Study yang dipimpin Iswara Rintis Purwantara pada Sabtu dan Senin. Salah seorang dosen STBI ini, secara mendalam menjelaskan Surat Filipi kepada para peserta. Bagi beberapa peserta, pengupasan firman Tuhan semacam ini baru pertama kali mereka ikuti. Misalnya saja salah satu peserta yang berasal dari GBI Pengharapan Surabaya, Jhosua Christian, diakuinya bahwa, “Saya baru mengetahui tentang bagaimana membela dan meneguhkan berita Injil dari Bible Study ini. Selama ini penekanan yang sering saya dengar bahwa seseorang hanya menerima Injil dengan iman saja, padahal perlu juga dengan akal budi.” Mahasiwa Universitas Ciputra yang mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual ini menambahkan, “Kita tidak boleh merasa hebat karena seseorang itu percaya Yesus. Padahal mungkin saja, kita bukan orang pertama yang memberitakan Injil kepadanya. Bisa jadi, kita adalah orang kedua atau ketiga.”

Kemudian, peserta dibagi menjadi dua grup besar yang akan mengikuti Breakout. Pdt. Ardi Wiriadinata menerangkan tentang Transformazing Leader. Di mana para peserta dibekali tentang kepemimpinan yang mengubah dirinya dan dunia secara luar biasa. Sedangkan Diana Santi, seorang Kepala Manajemen Mutu Rumah Skait Pusat pertamina (RSPP), membagikan pengalamanya dalam bidang komunikasi kepada para peserta dalam “Orang Kristen dan Komunikasi.”

Dalam perhelatan ini, peserta pun ditantang dalam ibadah KKR (kebaktian kebangunan rohani) yang diselenggarakan tiga hari berturut-turut. KKR ini mengingatkan para peserta untuk kembali melihat perannya sebagai mahasiswa yang memiliki andil dalam pekerjaan umat Baptis. KKR tersebut dipimpin oleh Pdt. Sean Anwar, Pdt. Tio Pilus, dan Pdt. Iwan Yafrin Simbolon. Setidaknya dari 111 peserta, ada enam (6) keputusan melayani Tuhan sepenuh waktu melalui tiga KKR tersebut.

Tidak hanya itu para peserta juga dibagi dalam kelompok-kelompok live in ke gereja-gereja sekitar Semarang. Misalnya, Onez Sumlang yang mendapat bagian di GBI Kedungmundu. Ia menyatakan ada hal yang menarik dengan gereja itu, yaitu konsep Jemaat Rumah (JR) yang dipimpin oleh satu gembala jemaat yang telah diperlengkapi sebelumnya oleh Gembala Sidang. Pola persekutuannya mirip dengan KPW, diawali makan bersama, kemudian renungan singkat, sharing antar anggota JR dan doa. Pergumulan yang ada hanya diketahui oleh anggota JR saja, jadi saat sharing menjadi lebih terbuka. Inilah yang menjadikan suasana JR menjadi sangat intim, demikian ungkap anggota GBI Cibinong ini.

Secara umum Sicilia Agustin, mahasiswa Universitas Surabaya Jurusan Psikologi ini, menyatakan rasa syukur dan antusiasnya selama mengikuti MABI.

“Saya awalnya takut dan bingung tentang masa depan karier saya. Karena ribuan sarjana psikologi lahir setiap tahunya dari universitas yang ada di Indonesia. Melalui acara ini, saya dibukakan untuk melihat masalah Indonesia melebihi ketakutan yang saya hadapi. Saya juga diajak untuk melihat potensi yang bisa saya berikan untuk menuai ladang Kristus di Indonesia melalui pekerjaan GGBI. Saya dengan teman-teman se-profesi merancang hal-hal yang bisa kami lakukan untuk Indonesia melalui GGBI 5-20 tahun ke depan.” Tegas pemudi GBI Peniel ini.

Di sela-sela acara, Melvin Mumpuni, Founder finansialku.com yang juga adalah sponsor dari acara ini, membekali peserta tentang bagaimana cara mengelola dan menikmati berkat. Kemudian dari God Bless Indonesia, yang memiliki tujuan menjadi berkat bagi Indonesia melalui media kaos.

Acara ini menjadi batu loncatan bagi kemajuan pekerjaan umat Baptis (GGBI) melalui para mahasiswa. Harapan besar yang digantungkan pada mereka, hanya bisa terjadi jika semua pemangku kepentingan, para senior dan umat, bersama-sama mengawal, membimbing, dan memberi sumbangsih nyata bagi mahasiswa Baptis Indonesia.

Salam, From Youth to the Nations! (ebbi/awp)

About the author

suarabaptis

Leave a Comment