Liputan Langsung

SEPUTAR DANA PENSIUN | Pelantikan Perdana Pengurus dan Pengawas Dana Pensiun

Written by admin

Meskipun Dana Pensiun Baptis Indonesia (DPBI) berdiri sejak 31 tahun lalu, baru kali ini penetapan pengurus dan pengawasnya melalui pelantikan secara resmi. Sabtu 9 Januari 2016 lalu, Pendiri DPBI melantik Pengurus dan Dewan Pengawas DPBI di Gedung Baptis Jl. R.P. Soeroso No. 5 Jakarta Pusat.

Pelantikan ini merupakan perpanjangan masa jabatan, baik Pengurus maupun Dewan Pengawas DPBI. Hanya saja, kali ini jabatan ketua dewan pengawas dipegang Pdt. Hendi Tjiptamustika, yang pada periode lalu dijabat Pdt. Timotius Sutarman.

Pengurus DPBI terlantik adalah Bagus Widiatmo (ketua), Pdt. Stefanus Ngatimin (sekretaris), Edy Rahardja (bendahara), dan Heryansyah Himawan (anggota). Sedangkan Dewan Pengawas terdiri dari Pdt. Hendi Tjiptamustika (ketua), Prisetyadi Teguh Wibowo (Sekretaris), dan empat anggota yakni Pdt. Timotius Sutarman, Pdm. Sori Tjandrah Simbolon, drg. Peterus Rimba, dan Cerimas Heru. Para pengawas ini mewakili Mitra-mitra Pendiri DPBI, yakni Lembaga Literatur Baptis, Rumah Sakit (RS) Baptis Kediri, RS Baptis Batu, RS Imanuel bandar Lampung, dan pensiunan.

DPBI berdiri 14 Juni 1985. Lembaga ini dibuat para pemimpin Baptis nasional bersama Misi Baptis Indonesia (Konvensi Baptis Selatan, Amerika Serikat). Ketika itu mereka melihat pentingnya sebuah lembaga yang mampu menjamin adanya pendapatan yang berkelanjutan bagi pensiunan karyawan lembaga-lembaga Baptis waktu pensiun. Melihat besarnya manfaat lembaga ini, Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) lalu bergabung supaya para pendeta Baptis pun dapat menjadi peserta DPBI.

Sebagai sebuah lembaga keuangan, DPBI diatur ketat oleh berbagai regulasi, mulai dari Undang-undang Dana Pensiun (empat buah), Peraturan Pemerintah (lima buah), Peraturan Menteri Keuangan (28 buah), dan sejumlah peraturan lainnya. Berbagai peraturan yang mengikat tersebut menempatkan DPBI seolah-olah sebuah lembaga yang berdiri di luar lingkaran lembaga-lembaga Baptis nonrumah sakit.

Misalnya, para pemimpin lembaga Baptis nonrumah sakit bertanggung jawab kepada Pengurus Yayasan Baptis Indonesia (YBI). Dalam tugasnya, Pengurus YBI diawasi Pengawas YBI dan kedua-duanya bertanggung jawab kepada Pembina YBI sebagai organ tertinggi.

Sementara dalam sebuah dana pensiun, pemerintah mewajibkan adanya organ tersendiri yang serupa dengan organ sebuah yayasan seperti YBI. Maka, DPBI pun memiliki organ Pengurus, Pengawas, dan Pendiri. Baik Pengurus maupun Pengawas DPBI bertanggung jawab kepada Pendiri DPBI sebagai organ tertinggi. Dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, Pendiri DPBI adalah Pengurus YBI.

Pelantikan, Bukan Sekadar Upacara

Ketua Pendiri DPBI, Edy Krisharyanto merasa, acara pelantikan sederhana itu berlangsung khidmat, terutama ketika ketua dewan pengawas dan ketua pengurus menyampaikan sambutan usai pelantikan. Menurut Edy, mereka mengungkapkan komitmennya dalam menyongsong tantangan pengelolaan dana pensiun  di masa mendatang.

“Mereka senang atas kepercayaan dan dukungan dalam mengelola aset lebih dari Rp 140 miliar milik umat Baptis ini,” kata Edy kepada wartawan Suara Baptis (SB) Andry Wahyu Pertiwi.

Bagi Edy, acara pelantikan ini sarat makna. Pelantikan  Pengurus dan Dewan Pengawas DPBI ini bukan sekadar upacara, namun penegasan bahwa tanggung jawab organisasi telah dinyatakan dan menuntut profesionalitas. Juga pelantikan ini menunjukkan, roda kepengurusan dan kepengawasan serta tanggung jawab atas pelayanan di tubuh DPBI periode 2016 – 2019 ada di tangan Bagus Widiatmo dan Pdt. Hendi Tjiptamustika.

“Itu menandakan, eksistensi lembaga telah dipercayakan pada organ kepengurusan dan kepengawasan yang baru. Pengurus periode ini adalah figur periode sebelumnya, namun bukan berarti ke depannya akan ringan,” tegas Edy.

Lektor Kepala Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini berharap sedikitnya tiga hal kepada pengurus dan pengawas yang baru. Pertama, mampu meningkatkan kesejahteraan para peserta DPBI yang mencapai 1.217 orang. Kedua, agar mampu mejaga rasio kecukupan dana (RKD) 100 persen. Ketiga, turut mempersiapkan kaderisasi pengurus dan pengawas masa depan.

“Dalam setahun terakhir, para Pengurus dan Pengawas DPBI menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini  saya ukur dari tingkat kepatuhan regulasi, termasuk terpenuhinya kualifikasi persyaratan di tubuh Pengurus dan Pengawas DPBI. Juga parameter objektif saya dari laporan lima tahun terakhir, menunjukkan prestasi yang berasal dari instansi di luar Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI).”

Prestasi DPBI yang dimaksudkan Edy adalah Juara I dari 17 anggota Badan Kerja Sama Dana Pensiun Kristen Indonesia (BKS Dapen-KI) tahun 2011, 2012, dan 2014. Juara III dari 252 anggota Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) tahun 2011, Juara II ADPI 2012, dan lima besar ADPI tahun 2014.

Ketua Dewan Pengawas DPBI Pdt. Hendi Tjiptamustika pun terkesan dengan pelantikan perdana yang dilakukan pendiri. Menurutnya, acara ini sangat baik karen Pendiri DPBI kini mulai mengatur legalitas tiap-tiap orang yang memiliki jabatan dalam lingkup DPBI.

Pdt. Hendi berpendapat, sebagai lembaga keuangan Baptis, legalitas memang sangat diperlukan. Legalitas ini bukan hanya perlu untuk DPBI melainkan lembaga-lembaga Baptis lain juga.

“Dulu sih  hanya direktur rumah sakit yang dilantik. Namun sekarang setelah dana pensiun berjalan sekian puluh tahun, akhirnya ada pelantikan pengurus dan pengawas,” tuturnya.

Membahas target ke depan, Pdt. Hendi mengaku, ia bersama timnya belum mencanangkan target khusus sementara ini. Dikatakannya, dewan pengawas tetap fokus untuk mengawasi kinerja pengurus terkait pengelolaan dana dan sebagainya.

“Jadi, pelaksanaannya ada pada pengurus. Kadang-kadang dalam kurun waktu tertentu kita lihat keuangannya, karena perputaran uang itu sendiri kan harus diperhatikan, supaya bermanfaat dan dapat dimaksimalkan,” paparnya.

Berdasarkan evaluasi kinerja pengurus selama periode lalu, Pdt. Hendi berharap kinerja periode ini dapat terus ditingkatkan. Menurut pengamatannya, pengurus periode lalu (yang juga menjabat pada periode sekarang) sudah bekerja maksimal. Apalagi DPBI hanya memiliki satu pengurus penuh waktu yaitu Edy Raharja (bendahara).  Sedangkan pengurus lainnya berstatus paruh waktu. Itulah mengapa, melihat keterbatasan tersebut, berbagai pencapaian yang diperoleh DPBI  adalah luar biasa.

“Memang, seharusnya ada orang-orang yang full time (penuh waktu) untuk menangani uang sebanyak ini. Tapi sementara ini, selama bisa dihandle pengurus  sekarang (yang kebanyakan paruh waktu di DPBI), saya rasa tidak masalah,” imbuhnya.

Pdt. Hendi menambahkan, kenyataannya Pengurus dan Pengawas DPBI sudah berhasil disertifikasi, dan akan menjalani ujian kelulusan kembali secara berkala. Walaupun belum semua anggota Pengurus maupun Pengawas DPBI berlatar belakang pendidikan keuangan, prestasi-prestasi DPBI selama ini sudah cukup membuktikan komitmen mereka.

Kendati demikian, Pdt. Hendi berujar, mungkin lima tahun mendatang perlu mempersiapkan orang-orang yang lebih mumpuni dalam bidangnya dan penuh waktu.

Senada dengan ungkapan Edy Krisharyanto, Ketua DPBI Bagus Widiatmo mengatakan, “Saya merasakan (dalam pelantikan ini) ada peneguhan dan pengutusan.”

Persis seperti diutarakan Pdt. Hendi, Bagus pun melihat acara ini sebagai wujud perhatian para pendiri kepada DPBI. “Jadi, selama menjabat sebagai Pengurus DPBI, ini pelantikan pertama kali dan membawa arti tersendiri buat kami, khususnya saya!” ungkap Bagus senang.

Tanpa mengurangi arti kepengurusan sebelumnya, bagi Bagus momen pelantikan ini memberikan sentuhan istimewa. Menurutnya, proses pelantikan bukan hanya soal seremonial tetapi mempertegas pengakuan. “Bahwa kami benar-benar ditunjuk dan ditugaskan sebagai Pengurus dan Pengawas DPBI. Artinya, secara moral kami merasa didukung. Inilah awal yang sangat baik untuk saya!”

Anggota Gereja Baptis Indonesia (GBI) Jatibening Bekasi ini berharap, kinerja Pengurus DPBI lebih baik di masa mendatang.

Sebagai pemeran utama dalam acara penting ini,  rupanya Bagus tak luput dari perasaan canggung. Berbicara soal kostum pelantikan yakni harus mengenakan jas, ia sempat bingung dan bertanya-tanya kepada anggota Pengurus DPBI lainnya. Sebab, mantan atlet renang tersebut selama ini lebih sering berpakaian santai.

“Paling pol paling pakai batik,” ujarbnya seraya terkekeh.

Sebelum pelantikan, Bagus dan anggota Pengurus DPBI sudah lebih dulu berfoto dengan gaya resmi. “Memang terkesan norak ya, dulu kami pernah bikin foto sendiri di studio mengenakan jas. Tapi di acara ini, ternyata kami nggak harus selfie lagi,“ ungkapnya sembari terkekeh.

Maklum, kali ini Pengurus DPBI berfoto resmi usai pelantikan. Begitu juga dengan Pengawas dan Pendiri DPBI. Tak heran, Bagus merasa tersanjung dengan sesi foto bersama tersebut.

Menyinggung soal persyaratan Pengurus dan Pengawas DPBI, Bagus memaparkan, secara umum mereka haruslah anggota gereja Baptis Indonesia. Itu ketentuan mutlak, karena segala aspek yang terkait dengan identitas umat Baptis wajib melekat dalam pribadi tiap Pengurus DPBI. Berkenaan dengan syarat khusus, Pengurus dan Pengawas DPBI juga dituntut memenuhi syarat yang ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Apalagi kita sudah mengelola dana di atas Rp 100 miliar. Maka, semakin hari akan semakin ketat. Terlebih untuk saat ini, kita harus punya sertifikat pengetahuan dasar-dasar dana pensiun,” tandasnya.

Bukan hanya itu, Pengurus dan Pengawas DPBI juga mendapatkan sertifikasi lain yang berkaitan, serta lulus ujian kelayakan dan kepatutran dari OJK.

Dalam pembahasan target, Pengurus DPBI masih berorientasi pada target periode sebelumnya, yaitu peningkatan dana kelolaan dan meningkatkan Rasio Kecukupan Dana (RKD).

“Targetnya, RKD harus setinggi mungkin di atas 100 persen,” jelas Bagus.

Selain itu, DPBI juga menargetkan peningkatan kinerja dalam pengelolaan investasi dan kepesertaan. Target-target periode saat ini memang lebih fokus pada langkah penyempurnaan periode lalu.

Ia pun berharap, tahun ini DPBI segera menyempurnakan peraturan dana pensiun serta meningkatkan nilai manfaat pensiun.

Sejak didirikan Yayasan Baptis Indonesia (YBI)  14 Juni 1985 lalu, akhirnya pada Sabtu, 9 Januari 2016, dewan pengurus dan pengawas Dana Pensiun Baptis Indonesia (DPBI) untuk pertama kalinya dilantik pendirinya, YBI.

                                                                                                                                 Penulis & Pewawancara : Andry W. Pertiwi                                                                                                              Editor       : Prisetyadi Teguh Wibowo

About the author

admin

Leave a Comment