Gerejaku & Gembalaku

Litbang BPN GGBI, Pdt. Dwi Arifien |TIDAK ADA GEMBALA YANG SEMPURNA

Written by admin

Badan Pengurus Nasional Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPN GGBI) mencatat, per Mei 2015 terdapat 104 gereja tidak memiliki gembala sidang. Rinciannya, 15 gereja induk, 25 gereja cabang, 23 Tempat Pembinaan Warga (TPW), dan 41 Badan Pembinaan Warga (BPW). Pdt. Dwi Ariefin dari Litbang BPN GGBI mengajak umat Baptis memperhatikan, verifikasi terhadap satu cabang Badan Pengurus Daerah (BPD) dan TPW bahkan status keindukan, sebenarnya belum pernah dilakukan kembali. Diperkirakan kategorisasi induk hingga cabang ini akan mempengaruhi situasi.

“Tapi oke-lah kita toleran, dengan asumsi saja bahwa induknya yang masuk dalam pembicaraan 15 persen dan noninduk 85 persen. (Pengelompokan) ini penting sekali. Dari sini kalau boleh saya menyampaikan bahwa pertama, jumlah gereja induk kita 270an. Kalau yang kosong (tanpa gembala sidang, red.) 15 (gereja induk) itu hanya kecil sebenernya. Nggak sampai 10 persen. Kedua, noninduk 85 persen daripada gereja yang kosong (pendetanya, red.). Biasanya, cabang, BPW, TPW ini kemungkinan tidak mudah menemukan gembala sidang,” paparnya kepada Prisetyadi Teguh Wibowo dari Suara Baptis (SB).

ARF-3Pdt. Ariefin menduga, gereja-gereja tanpa gembala sidang tersebut sedang belajar mencari gembala, tetapi tidak tahu cara mencarinya, atau mungkin sangat tergantung pada gereja induk. Untuk TPW biasanya menerima apa pun keputusan gereja induk, cenderung pasrah, dan bisa mengarah ke acuh tak acuh. Jika tidak ada gembala sidang, petugas gereja induklah yang melayani secara bergantian.

Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Pabaton, Bogor tersebut mengamati, terdapat 15 gereja induk di Jawa yang tidak memiliki pendeta, sedangkan di luar Jawa hanya 2 gereja. Data tersebut menunjukkan, pertimbangannya bukan pada faktor lokasi, mengingat banyaknya kekosongan gembala justru di Pulau Jawa.

Menurut Pdt. Ariefin, dari total 15 gereja tersebut, tiga di antaranya dalam proses belajar mencari gembala sidang. GBI Selapajang misalnya, sedang belajar dan menyesuaikan diri sesudah digembalakan cukup lama oleh Pdt. Eko Kardiono asal Kota Kediri, Jawa Timur. GBI Rosypinna diperkirakan juga berupaya mencari gembala yang baik. Sementara tiga gereja lain sedang bermasalah, yaitu tidak kompak dalam menentukan kriteria pendeta. Tiga gereja sisanya bukan semata-mata kosong melainkan justru sedang mencari gembala sidang, salah satunya GBI Banaran di Surakarta, Jawa Tengah. Sedangkan dua gereja lain, memiliki posisi yang cukup jauh dan lokasinya sulit. Beberapa pendeta yang dipanggil ke GBI Juwangi di Kabupaten Boyolali misalnya, mengaku pikir-pikir, demikian Pdt. Ariefin sambil tertawa.

Ketika gereja mengalami kekosongan gembala, ………………….

(Tulisan lengkapnya bisa diperoleh di edisi cetak Majalah Suara Baptis Edisi 2 2015 | silakan hubungi kami)

.

About the author

admin

Leave a Comment