Muda

MUDA | Part II

Written by admin

GW SUKA, ELU SUKA, NAPA GAK BOLEH?  (Part II)

Djohan Lim*)

Ini adalah artikel kedua yang melanjutkan pembahasan soal berpacaran atau dating. Kita akan melanjutkan menjawab beberapa pertanyaan yang sering diajukan di kalangan kaum muda.

Bagaimana Jika Dia Menolak Saat Saya Bilang “I Love You”?

Ketika kamu menyatakan cinta dan terjadi penolakan, bukan berarti dunia hancur. Jangan terlalu kecewa dan menyimpan kepahitan. Mungkin dia memang bukan pasangan kamu. Mungkin kalian butuh waktu untuk saling mengenal lagi. Jika memungkinkan, kalian tetap menjadi sahabat. Banyak lho yang mengalami penolakan berkali-kali tetapi nantinya, ternyata, mereka jadi pasangan suami istri.

Bagaimana Pacaran yang Sehat vs Free Sex?

Menyatakan cinta memang satu hal yang membutuhkan keberanian besar. Tetapi menjalani proses saling mengenal akan membutuhkan keberanian yang lebih besar lagi. Kalian harus berani berpacaran yang sehat. Kalian harus saling menghargai. Kalian harus saling menjaga. Kalian harus menghindari sentuhan fisik yang mengarah ke free sex. Ada baiknya pasangan dikenalkan pada orang tua masing-masing. Dan pilih dating di tempat umum yang terbuka.

Dengan arus informasi yang deras, pergeseran cara pandang pun drastis. Kamu melihat di film atau membaca novel pacaran ala Barat yang memiliki konsep yang salah.

Bagi dunia modern, pacaran artinya waktu mengenal lebih dalam satu sama lain. Boleh tinggal serumah dan hidup sebagaimana suami istri.

Kalau cocok, bolehlah mereka meresmikan hubungan pacaran menjadi suami istri. Kalau ternyata tidak cocok, silakan hidup berdua tanpa harus banyak komitmen. Hal ini tentu sangat salah dalam konsep pacaran sehat. Khususnya, untuk menghindari free sex, sentuhan fisik yang berpotensi mengarah kepada hal tersebut harus kalian hindari.

Kalian harus berani membuat komitmen dan batasan dalam berpacaran, misalnya :

  • Tidak boleh ciuman bibir.
  • Tidak boleh memegang bagian tubuh tertentu dari pasangan kamu.
  • Hindari pacaran di tempat yang terlalu gelap dan tersembunyi.
  • Jika kalian hendak bepergian jauh dan harus menginap, sebaiknya jangan berdua, tetapi bersama beberapa teman untuk saling menjaga.
  • Jangan menonton film yang menjurus pada hubungan sex.
  • Jangan takut dibilang kuno.

Saat Ortu Melarang

Jika ortu melarang kamu berpacaran dengan si dia, tanyakan alasannya. Bisa saja, ada benarnya pandangan dari ortu. Mungkin karena usia kalian yang masih terlalu muda? Mungkin karena status sosial yang terlalu jauh? Perbedaan agama? Pesan Tuhan melalui ortu? Ajak ortu bicara dan coba pahami alasan mereka.

Bolehkah Back Street?

Dalam banyak kasus, memaksa pacaran back street hanya akan menimbulkan banyak masalah di kemudian hari. Ketika ortu melarang, bisa saja kalian tetap menjadi sahabat. Hingga waktunya nanti, kalian bisa menunjukan bahwa hal-hal yang dikhawatirkan ortu ternyata tidak beralasan.

Masalah Perbedaan vs Persamaan

Untuk yang satu ini, dibutuhkan kedewasaan kalian. Ingat, bahwa selalu akan ada perbedaan antara kamu dan dia. Kadang kamu bisa terima perbedaan dengan hati ringan, kadang dengan kesal, dan paling parah dengan marah-marah. Setiap perbedaan tidak mungkin harus dipaksa selalu sama karena itu akan menimbulkan sakit hati di antara kalian. Jika semakin saling kenal semakin banyak menemukan perbedaan, itu artinya kalian harus belajar saling menerima. Inilah proses yang membutuhkan keberanian dan kedewasaan. Jangan fokus pada perbedaan, tetapi nikmati persamaan dari kamu dan si dia.

Sejujur Apa Saya dengan Dia?

Pertanyaan yang sering diajukan adalah sejujur apa saya harus bicara dengan si dia? Jika saya jujur, apakah dia bisa menerima saya? Jika saya menyembunyikan masa lalu, apakah itu artinya saya tidak percaya padanya?

Dalam membina hubungan, kalian diharuskan jujur dan tidak berbohong satu sama lain. Jika ada masa lalu yang kurang baik untuk diceritakan, yang memang tidak ada kaitannya dengan hubungan kamu dan dia saat ini, bisa saja tidak diceritakan. Tetapi jika itu menyangkut hubungan kamu dengan dia, akan sangat baik jika kamu ceritakan pada saat yang tepat. Dengan selalu bersikap berani untuk jujur maka kalian telah membangun hubungan yang terbuka dan saling percaya.

Jomblo, Ketika Teman-Teman Sudah Punya Pacar

Saat teman sekelompok kamu satu demi satu memiliki pacar, jangan membuat kamu merasa minder dan ngejar target segera pacaran. Percayalah, waktunya akan tiba ketika kamu menemukan pasangan hidup.

Ketika Diputus Pacar

Diputus pacar? Santai aja kale.

Mungkin dia bukan yang terbaik untuk kamu. Jangan terbenam dalam kesedihan. Coba di-share dengan pembimbing rohani kamu. Selalu ada pembelajaran yang berharga dari setiap masalah, termasuk ketika diputus pacar. Intinya, dunia belum runtuh, dan perjalanan kamu masih panjang J. Percayalah, seseorang sudah menunggu di jalan masa depanmu – pasangan hidup kamu.

Someone you pass on the street may already be the love of your life.

You’ve Got Mail – 1998

*)Penulis adalah pemerhati kaum muda, anggota GBI Kalvari Jakarta

About the author

admin

Leave a Comment