Muda

MUDA

Written by admin

GW SUKA, ELU SUKA, NAPA GAK BOLEH? (Part I)

Djohan Lim*)

Artikel kali ini pasti menarik untuk kamu karena kita akan berbicara soal pacaran alias dating. Kita akan membahas beberapa pertanyaan sekitar “berpacaran” di kalangan remaja saat ini secara ringkas. Artikel ini akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama kita akan membahas pertanyaan dasar soal pacaran. Bagian kedua akan banyak membahas soal bagaimana pacaran itu dijalankan. Yuk, kita mulai dari bagian pertama.

Kapan saya boleh pacaran?

Pertanyaan awal yang sering muncul adalah soal kapan seorang remaja boleh mulai memiliki teman istimewa? Apakah ada batasan usia atau di kelas berapa kamu boleh berpacaran? Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus tahu jawaban untuk pertanyaan berikutnyaJ

Apa sech tujuan pacaran?

Ada banyak jawaban dari pertanyaan ini. Ada yang bilang untuk senang-senang. Ada yang bilang karena butuh teman curhat. Ada yang bilang karena butuh seseorang yang bisa memberikan perhatian lebih. Dan masih banyak jawaban lainnya yang bisa kamu dapatkan ketika pertanyaan ini diajukan ke teman.

Semua jawaban di atas tidaklah salah. Hanya saja jawaban-jawaban tersebut belum menjawab secara mendasar untuk apa kamu pacaran?

Sebenarnya tujuan pacaran adalah untuk menuju kejenjang perkawinan.

Wow, serem banget jawabannya! Serius, nech? Benar, tujuan utama berpacaran adalah untuk menuju pernikahan. Itu artinya ketika berpacaran, kamu bukan untuk bersenang-senang saja. Kamu tidak hanya mencari teman curhat atau mencari teman yang bisa memberikan perhatian lebih. Kamu sedang mempersiapkan diri kamu dan teman kamu untuk hal besar, yakni pernikahan!

“Tetapi saya saat ini masih SMP, dan saya berpacaran karena saya dan dia saling suka saja…”

Mungkin itu alasan kamu.

Nggak nyampai seserius itu keles…”

Memang, saat ini banyak yang berpacaran hanya untuk bersenang-senang atau untuk mendapat satu teman istimewa saja. Makanya, banyak yang putus-nyambung karena masalah-masalah kecil. Atau sekadar coba-coba. Kalau pas, ya lanjut terus. Kalau nggak pas, ya cari yang lain. Berpacaran di usia remaja memang tidak untuk seserius ke arah pernikahan sehingga sang kekasih hati pun kadang hanya teman dekat yang suka memberi perhatian atau yang ganteng/cantik saja.

 “Cinta monyet”?

Memang tidak dapat dihindari, bisa saja memasuki usia puber, kamu mulai tertarik pada lawan jenis. Kamu mulai suka seseorang. Kamu ingin selalu dekat dengan dia. Kalau memandang dia, terasa brrr! Bergetar seluruh dada kamu. Apalagi dia juga menyukai kamu. Dia juga memberikan perhatian lebih kepada kamu.

Itulah “cinta monyet”. Kenapa dikatakan “cinta monyet”? Karena konon seperti monyet yang suka meloncat dari satu pohon ke pohon lain, demikian juga model pacaran jenis ini. Karena sebagian besar dari pacaran ala anak SMP ini akan cepat berganti-ganti. Biasanya usia hubungan ini tidak akan bertahan lama. Jadi, ada baiknya kamu tidak memulai berpacaran saat masih remaja. Kamu bisa memperbanyak teman dan pergaulan. Bisa saja kamu punya teman istimewa dan teman curhat. Ketika kamu mulai kuliah atau kerja, itulah saat yang lebih pas untuk mulai mencari sang pujaan hati alias pasangan hidup.

Bagaimana saya tau dia itu pasangan hidup saya?

Menemukan pasangan hidup tidaklah segampang seperti kamu memilih dan membeli baju di toko. Atau tidak juga seperti menebak-nebak kartu.

“Lalu, bagaimana tau dia itu pasangan hidup saya?”

Pasangan hidup diberikan Tuhan. Jadi, mintalah ke Tuhan.

  • Dia itu harus seiman dengan kamu.
  • Dia itu bisa menerima kamu apa adanya sebagaimana kamu bisa menerima dia.
  • Dia itu mendukung dan membantu kamu sebagaimana kamu mendukung dan membantu dia.
  • Dengan kata lain, dia sepadan dengan kamu.

Status sosial, cara pandang dan pendidikan yang berbeda ekstrem, jauh antara kamu dan dia, kadang berpotensi menimbulkan masalah tersendiri. Jangan terhanyut oleh dongeng pasangan pangeran ganteng dengan putri cantik miskin, yang hidup bahagia.

Bagaimana saya menyatakan “cinta” ke dia? (Khusus cowo).

Hal ini juga menjadi salah satu pertanyaan yang banyak ditanyakan. Bagaimana menyatakan  tiga kata ajaib, “Saya sayang kamu,” ke dia? Sebelum kamu menyatakan “cinta” ke dia secara official, tentu kalian sudah kenal dan sudah tahu, setidaknya kamu, bahwa kalian saling mengasihi. Kumpulkan keberanian. Pilih waktu yang tepat. Pilih tempat yang tepat. Tatap matanya dan katakan dengan tulus, “I love you”.

Bagaimana saya menerima “cinta” dari dia?  (Khusus cewe)

Jika kamu juga memiliki perasaan sayang, dan menurut kamu sudah cukup waktu mengenalnya, maka tidak ada alasan menolak pernyataan official dari si dia.

Jika kamu merasa belum terlalu mengenal dia dan butuh waktu lebih untuk menimbang sana-sini, maka kamu bisa menolak dengan sopan. Berikan penjelasan secara jujur bahwa kamu butuh waktu untuk berpikir dan memutuskan. Kalo memang dia pasangan hidup kamu nantinya, tentu dia akan menghargai keputusan kamu.

Masih ada beberapa pertanyaan seru lainnya yang akan kita bahas di artikel berikutnya. Bagaimana kalau dia menolak saya? Pacaran sehat vs free sex? Saat ortu melarang?

Ditunggu ya.

Immature love says: ‘I love you because I need you.’

Mature love says ‘I need you because I love you.’

Erich Fromm

*)Penulis adalah pemerhati kaum muda, anggota GBI Kalvari Jakarta

About the author

admin

1 Comment

  • Membaca artikel ini, jadi ingat belasan tahun lalu bahkan hampir 20 th lalu .Sy pernah membawakan hal ini di PD (okumene) kami antar denominasi.

    Saya tumbuh di berkati Tuhan wajah cantik dan tubuh langsing dengan kulit putih, banyak yang naksir, dan banyak bergaul dng lawan jenis. Tapi saya memutuskan pacaran saat sudah bekerja. Dan punya komitmen menikah (walo belum tahu waktunya).

    Di okumene sy share cinta eros (pegang cium) boleh. Asal punya komitmen jelas dan bertanggung jawab. Dan yakinkan jika pacarnya tidak mempunyai penyakit spt Herpes (dompo), hepatitis, bahkan aids yg penularanya bisa lewat bersentuhan, keringat, air liur dsb. Tapi jika kalian tidak bisa mengendalikan cinta itu.lebih baik tidak. Puji Tuhan sy masih suci saat menikah walo menikah di usia 26.5 th.

    Kini setelah punya anak jejaka 11 th dan gadis usia 9 th yg menonton acara tv vulgar (sinetron anak sekul pacaran dan ciuman)walopun sy sdh filter sedemikian rupa tontonannya, tp informasi luar demikian kuatnya. Saya doktrin mrk. Tidak boleh pacaran sblm kerja minimal kuliah dng harapan mrk sudah matang secara emosi. (Sy kasih contoh tetangga SMU tp sdh pacaran, kapan dia belajar dan berkembang kemampuannya jika di buntuti pacarnya) Dan sy larang mencontoh ciuman, krn pacaran bisa saja berganti sampai 10 org sampai ketemu yg berjodoh. Apakah tubuhnya mau diobral murah untuk 10 org?
    Enak saja dipegang pegang di cium cium, spt tidak ada harganya.

    Saya perlu tekankan itu. Krn dunia itu kejam, ruling sekolah saja itu ancaman pelecehan seksual bagi mereka yg baru bertumbuh dan dilakukan oleh orang orang yg mereka hormati. Perhatikan apakah ada yg memegang kepala kmd turun dan turun..beberapa kali sy memergoki.Saya lakukan pendekatan pada korbannya. Pelakunya sy titipkan ke guru agama sambil sy perlihatkan bukti foto atau video.

    Untuk kaum muda, saat kalian mulai merasakan cinta dan butuh pendamping hidup. Mulailah berdoa dari sekarang, minta sama Tuhan kebutuhan dan keinginan pasangan hidup kalian. Minta dengan jelas kriteria kriterianya sama Tuhan bahkan sampai warna kulit. Walaupun Tuhan memberikannya bertahun tahun bahkan puluhan tahun kemudian. Tapi mintalah dr sekarang dan tetap hidup benar. Tuhan pasti siapkan yg terbaik. Buku Kerinduan Hati karya Patsi Oda, buku yg saya rekomendasikan. Tuhan memberkati

Leave a Comment