Kongres X GGBI

Jelang Kongres X GGBI | 10 – 13 Maret 2015

Written by admin

KONGRES, TEMPAT MENIKMATI KEBERSAMAAN BAPTIS

Jelang Kongres X Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) 10-13 Maret 2015, terlontar harapan agar acara lima tahunan ini tidak hanya untuk “ketok palu” dan memilih para pimpinan Badan Pengurus Nasional (BPN) GGBI, Badan Perwakilan Gereja (BPG) GGBI, Yayasan Baptis Indonesia (YBI), dan Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia (YRSBI). Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Pelaksana Kongres X GGBI Pdt. D. Royo Haryono mengemukakan, agar keputusan dan ketetapan-ketetapan kongres sesuai kehendak Tuhan dan umat, para peserta seharusnya mempersiapkan diri secara rohani. Selain itu, lanjutnya, peserta juga siap membahas materi-materi kongres dengan kritis, cermat, bijaksana, juga disiplin dalam penggunaan waktu.

Jika persiapan tersebut dilakukan, tandasnya, pastilah kongres tidak hanya “ketok palu” dan memilih organ-organ GGBI.

“Namun demikian kongres perlu konsisten dengan berbagai hal yang mungkin memang sudah pernah disepakati dan diputuskan pada sidang BPG tahunan sehingga mungkin dapat langsung dilanjutkan. Mengenai pemilihan organ GGBI, semestinya telah ada mekanisme yang disepakati saat sidang BPG tahunan. Gereja-gereja telah berdoa meminta hikmat kepada Tuhan Yesus,  melihat kembali persyaratan-persyaratan alkitabiah tentang pemimpin dan kepemimpinan rohani, kemudian memilih calon-calon, mengirimkan para bakal calon pemimpin, kemudian dibahas untuk diputuskan bersama dalam kongres yang rohani,” kata Pdt. Royo kepada Luana Yunaneva dari Suara Baptis.

Pdt. Royo mengatakan, sampai akhir Januari 2015, panitia pengarah dan panitia pelaksana sudah memesan tempat dan melunasi biaya akomodasi untuk 400 peserta di Garden Palace Hotel, lokasi kongres. Perizinan pun sudah diurus pihak hotel. Bahkan Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo memberikan dukungan dan menerima kehadiran pimpinan GGBI dan panitia pelaksana di rumah dinas gubernur, Gedung  Grahadi.

Peserta kongres juga sudah memenuhi kuorum (jumlah minimal anggota yang harus hadir dalam kongres), yakni 50 persen gereja anggota GGBI plus 1 gereja. Dari 268 gereja, sampai 30 Januari 2015 sudah tercatat 220 gereja yang mendaftarkan diri.

Kongres juga dipastikan akan dihadiri para mantan pimpinan GGBI, tamu dari luar negeri seperti Amerika Serikat (Dallas Baptist University, International Baptist Mission, Indonesia Baptist Fellowship), Hongkong Baptist Church, dan International Baptist Church Singapura.

Konsep materi kongres sudah berada di tangan panitia pelaksana dan sudah siap digandakan. Namun karena sosialisasi materi di daerah-daerah belum tuntas dan sedang berjalan, hasilnya akan di dilampirkan. Sementara pendanaan dipastikan akan tercukupi dari dukungan gereja-gereja di dalam dan luar negeri, badan-badan pengurus daerah, lembaga-lembaga Baptis, YBI, YRSBI, BPN GGBI, BPG GGBI para mitra luar negeri, para donatur bahkan anggota panitia pelaksana sendiri.

“Kelengkapan-kelengkapan penunjang yang bersifat teknis dalam pelaksanaan sedang dikerjakan menuju kesiapan 100 persen, mulai perizinan, buku acara, lagu tema, petugas, para pembicara dari dalam maupun luar negeri. Pembicara dari luar negeri dipilih dari konvensi Baptis yang sudah menjalin kerja sama dengan GGBI. Sedangkan pembicara dari dalam negeri adalah orang-orang Baptis yang memiliki integritas, teruji kegerejaannya, kebaptisannya, berorganisasinya, wawasannya, kemasyarakatannya, dan keterlibatan pelayanan di gereja lokal, lembaga, dan organisasi GGBI,” ujar Pdt. Royo.

Dalam acara pembukaan kongres, akan dimainkan beragam penampilan dari keluarga besar GGBI antara lain Tari Remo oleh anak-anak Surabaya, paduan suara Badan Pengurus Daerah (BPD) Surabaya, musik etnik perkusi dan paduan suara dari 120 anggota Gereja Baptis Indonesia (GBI) Setia Bakti Kediri, tari-tarian tradisional oleh mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Baptis Kediri dan Sekolah Dasar (SD) Kristen Baptis di Surabaya. Gubernur Jawa Timur juga telah berjanji akan memberikan kata sambutan dalam acara ini.

Idealnya, demikian Pdt. Royo, gereja-gereja anggota GGBI mengirimkan utusan ke kongres sesuai  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GGBI. Kongres merupakan kekuasaan tertinggi dalam pengambilan keputusan GGBI. Dalam kongres sebelumnya di Lembang, Jawa Barat tahun 2010, gereja-gereja telah memutuskan Surabaya menjadi tuan rumah Kongres X GGBI 2015.

“Karena itu panitia pelaksana tidak pernah lelah mengingatkan, memotivasi, memfasilitasi, dan mencari solusi bersama gereja-gereja agar yang ideal itu dapat dicapai.  Jika ada masalah internal, gereja dapat berkoordinasi dengan panitia pelaksana. Kami pun terus proaktif menelepon gereja dan lembaga-lembaga dalam tubuh GGBI agar terlibat,” ujar Gembala Sidang GBI Peniel Surabaya ini.

Notulis persidangan yang akan berperan penting dalam kongres, terdiri dari anak-anak muda di Surabaya dibantu beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Pelibatan mahasiswa STBI bukan karena Surabaya kekurangan sumber daya, tetapi panitia ingin memberi kesempatan kepada para mahasiswa ikut dalam proses berorganisasi di GGBI.

Mahasiswa STBI juga akan mengambil bagian lainnya seperti memimpin ibadah, puji-pujian, dan lain-lain. Para notulis juga akan dibantu staf BPN GGBI yang kesehariannya terlibat dalam pelayanan administrasi GGBI. Dengan demikian, mereka pun dapat mengetahui proses dari keputusan-keputusan yang dihasilkan.

Pdm. Candra Agung Pambudi, salah satu anggota panitia acara dan ibadah  mencatat, setidaknya sudah 10 orang bersedia menjadi notulis dari kebutuhan 20-25 notulis. Pihaknya akan mengevaluasi, apakah kebutuhan notulis mencapai sebanyak itu atau tidak. Adapun syarat menjadi notulis antara lain memiliki laptop pribadi, mampu mengetik dengan cepat dan teliti, terlebih mereka dituntut cermat mendengarkan dan mengecek hasil rekaman.

“Rencananya, panitia pelaksana akan mengadakan pelatihan khusus untuk para notulis sebanyak dua kali,” jelas Pdm. Candra.  “Nantinya mereka akan mendapatkan wawasan sehubungan pelayanan gereja, istilah-istilah teologi, tahapan sidang, dan pembagian tugas. Saya berharap, dengan pelatihan khusus ini, hasilnya benar-benar sesuai hasil sidang.”

Pdt. Royo berpesan, para calon notulis tidak perlu ragu dan khawatir karena panitia menyediakan alat perekam sebagai cadangan dalam proses persidangan komisi maupun pleno. Tim dari dewan pimpinan sidang pleno dan komisi pasti juga akan menulis secara rinci. Nantinya, hasil kerja notulis, tim dewan pimpinan sidang, dan rekaman akan disatukan untuk meminimalkan kesalahan pengutipan dan penulisan hasil sidang. Alat perekam audio akan mendokumentasikan seluruh proses persidangan, sedangkan video hanya dikontrak berdurasi 10 sampai 15 jam, dan dititik beratkan pada pembukaan dan penutupan acara. Sisanya hanya bersifat dokumentasi.

Pdt. Royo berharap, GGBI benar-benar disadari sebagai lembaga rohani wadah umat, gereja dan lembaga untuk melayani dan mengemban amanat Tuhan Yesus. Maka, seharusnya semua agenda rapat dalam kongres benar-benar berada dalam kepatuhan terhadap firman Tuhan, mengedepankan hikmat Roh Kudus, serta didasarkan pada rasa dan semangat sebagai keluarga rohani.

“Itu artinya pembicaraan disampaikan dengan taktis, strategis, penuh kasih dan dikuasai hikmat Tuhan,” katanya.

Ia berharap, para utusan menikmati setiap agenda dengan penuh sukacita karena kongres bukan sekadar rapat besar, melainkan wadah berkumpulnya keluarga rohani para gembala sidang, pendeta, pimpinan lembaga, pengurus, dan umat Tuhan pada umumnya. Dengan begitu, semua seharusnya menikmati kebersamaan, saling membagi dan memperkaya satu sama lain selama acara ini berlangsung.

“Kalau kongres dijiwai tingkat kerohanian tinggi, bernuansakan kasih, disemangati rasa kekeluargaan, maka keputusan-keputusan dan ketetapan-ketetapan berdasar yang bijaksana, cerminan kepatuhan dan ketundukan pada Firman Tuhan dan keberpihakan pada gereja-gereja lokal untuk dapat semakin bertumbuh dan berkembang, akan dihasilkan.  Selanjutnya semua komponen GGBI akan menjaga komitmen dan konsistensinya untuk mengimplementasikan setiap keputusan dan ketetapan yang sudah mereka hasilkan dalam kongres demi kemuliaan Tuhan Yesus Gembala Agung, Kepala Gereja. Selamat datang di Surabaya, kami akan menyambut dengan kegembiraan,” kata Pdt. Royo mengakhiri perbincangan.

SB/luana

About the author

admin

1 Comment

  • SELAMAT BERKONGRES PARA UTUSAN GABUNGAN GEREJA BAPTIS INDONESIA
    “KEDEPANKAN PROPOSIONAL,EFEKTIVITAS DAN SANTUNG DALAM SEGALA HAL”TUHAN MEMBERKATI YANG TERBAIK UNTUK UMAT BAPTIS INDONESIA, BAGI KEMULIAN TUHAN YESUS SAJA

Leave a Comment